<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1691">
 <titleInfo>
  <title>Analisis Kerja Sama Hubungan Bilateral Indonesia dengan Tiongkok dalam Proses Revitalisasi Sungai Citarum</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>THERESA ESTER EFRATA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>LSPR</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Satu  dekade  lalu,  Sungai  Citarum  ditetapkan  sebagai  sungai  terkotor didunia. Hal ini membuat permasalahan ini menjadi salah satu isu lingkungan yang  harus  segera  diselesaikan.  Urgensi  ini  mendorong  pemerintah  untuk melakukan revitalisasi. Sebagai sungai terbesar dengan luas 12.000 km2dan terpanjang sebesar 297 km di Jawa Barat, Sungai Citarum memenuhi 28 juta kebutuhan  masyarakat  sehingga  menjadi  sumber  kehidupan  terutama  bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Jawa Barat. Akibat dari adanya 3 limbah penyebab  utama  pencemaran  sungai  ini  yaitu:  Pertama,  limbah  alami  yang berasal dari pengalihan fungsi hutan dan erosi. Kedua, limbah industri yang meliputi  limbah  kimia  dan  medis,  kadar  mercuri  dan  logam  berat  yang melampaui  batas  aman,  dan  indsutri  yang  tidak  memiliki  IPAL  (Instalasi Pengolahan Air Limbah) yang memadai. Untukmengatasi permasalahan ini, pemerintah Indonesia melakukan kerja sama internasional dengan perusahaan Shenzen Fountain Corporationdari  Tiongkok  yang  sudah  berpengalaman  dan  berhasil  dalam  melakukan proses    revitalisasi    pada    sungai    yang    terdapat    di    Tiongkok. Atas permasalahan  ini, kerja  sama  tersebut  melibatkan  2  teori  yaitu  teori  kerja sama    internasional    karena    melibatkan    2    negara    untuk    memenuhi kepentingannya  dan green  theoryyangmengangkat  permasalahan  dalamlingkungan hidup yang dibahas melalui metode penelitian kualitatif. Sehingga mendapatkan  hasil  sebagai  berikut  yaitu hubungan  internasional  melihat bahwa  kerja  sama  internasional  memiliki  sifat  mutual  yaitu  menciptakan keuntungan bagi kedua belah pihak. Namun kerja sama yang dilakukan cina kerap dilihat sebagai bentuk diplomasi utang yaitu bukan semata-mata ingin membantu tapi menciptakan debttrap.&#13;
Kata  kunci: Indonesia,  Tiongkok,  Kerja  Sama  Internasional,  Revitalisasi Sungai Citarum</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>international relations</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>2019</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>skripsi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <name>THERESA ESTER EFRATA</name>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library LSPR Institute of Communication and Business Amani Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>S1.IR.038.2019</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S100010SP</numerationAndChronology>
    <sublocation>LSPR Sudirman Park</sublocation>
    <shelfLocator>S1.IR.038.2019</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>sampul_skripsi.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1691</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-12-18 12:17:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-12-22 14:50:15</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>